Minggu, 06 Oktober 2013

Siklus Kondratief


Siklus Kondratief

Oleh : Robiyanto

Tulisan ini akan membahas secara lebih detail mengenai salah satu siklus ekonomi yang bernama Siklus Kondratieff.

Ekonom berkebangsaan Rusia yang bernama Nikolai Kondratieff merupakan pelopor penerapan aktivitas siklis terhadap perekonomian pada masa modern. Dalam bukunya yang berjudul “The Major Economic Cycles” yang diterbitkan pada tahun 1925, dia mengidentifikasi gelombang panjang perekonomian di negara barat. Menurut Kondratieff, masyarakat kapitalis muncul dalam gelombang panjang kira-kira dengan lama 50-60 tahun. Setiap siklus terdiri dari 3 fase yaitu ekspansi, stagnation dan resesi. Dalam teorinya dinyatakan bahwa siklus baru akan muncul dari sisa-sisa siklus sebelumnya dan akan berulang kembali. Kesimpulannya mengenai ekonomi kapitalis tidak dihargai oleh Stalin sehingga pada tahun 1928 dia dipecat dari jabatannya sebagai direktur Institute Kajian Kegiatan Bisnis di Rusia. Kemudian dia dihukum kerja paksa dan dihukum mati pada tahun 1938.

Joseph Schumpeter, seorang ekonom berkebangsaan Austria dalam bukunya yang berjudul “Business Cycles” yang diterbitkan pada tahun 1939, memberikan nama siklus ekonomi dalam bukunya  dengan nama “Gelombang Kondratieff” sebagai penghormatan atas ekonom yang pertama kali menemukannya. Teori Schumpeter yang terkenal yaitu Teori Perkembangan Ekonomi dipublikasikan ketika di berumur 28 tahun dan pada tahun 1911 dia memperoleh gelar profesor ekonomi pada Universitas Graz. Dia menjadi menteri keuangan di Austria pada tahun 1919. Dengan munculnya Hitler, Schumpeter meninggalkan Eropa dan Universitas Bonn, dimana dia mengajar (1925-1932) dan melakukan imigrasi ke Amerika Serikat. Pada tahun yang sama dia memperoleh posisi permanen di Universitas Harvard, dimana dia mengajar hingga pensiun pada tahun 1949.

Kondratieff mengidentifikasi siklus-siklus berikut ini dengan menggunakan data perilaku harga di abad 19 yang meliputi upah, suku bunga, harga bahan baku, perdagangan internasional, simpanan di bank dan faktor-faktor lainnya.
1790 – 1849 Siklus Kondratieff Pertama
1850 – 1896 Siklus Kondratieff Kedua
1896 – 1940 Siklus Kondratieff Ketiga

Beberapa membagi gelombang Kondratieff menjadi 4 musim yaitu Musim Semi (perbaikan), Musim Panas (percepatan dan kemakmuran), Musim Gugur (kemandekan), dan Musim Dingin (kejatuhan dan depresi).

Tahap Pertama Ekspansi dan Pertumbuhan, tahap musim semi memaksa redefinisi kerja dan peranan para partisipan dalam masyarakat karena adanya temuan baru, pelaku baru dan kekuatan produkstif lainnya. Hasilnya adalah gelombang kemakmuran yang baru yang dipicu oleh kewirausahaan membawa pergeseran sosial, peningkatan bahkan mungkin adanya revolusi dan perang. Hal ini melahirkan arah sosial, politik dan ekonomi yang baru.
Tahap berikutnya, Musim panas, adanya keinginan untuk menjadi makmur yang makin meningkat dan merubah sikap umum terhadap pola kerja di masyarakat yang berusaha mengatasi inefisiensi dan kemunduran.
Setelah tahap tersebut maka muncul tahap pertumbuhan deflasioner atau periode stagnasi. Keinginan masyarakat beralih pada adanya kestabilan dan sesuatu yang normal. Pengangguran mulai meningkat pada tahap ini.
Terakhir, tahap Musim Dingin, merupakan depresi yang sangat berat, dimana bisnis menjadi terpuruk, meningkatnya pengangguran dan likuidasi karena hutang mengarah kepada deflasi aset dan harga.

Berikut adalah contoh Siklus Kondratieff di Amerika Serikat yang menunjukkan bahwa siklus rata-rata memiliki lama 54 tahun.
 
 Sebagai perbandingan, ditayangkan siklus bisnis global sepanjang 8,6 tahun yang ditemukan oleh Martin Armstrong dari Princeton Economic Institute. Siklus ini memiliki durasi yang lebih pendek dibandingkan Siklus Kondratieff. Siklus ini terbukti akurat di periode tahun 2000 dan 2007.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar