Rabu, 16 Oktober 2013

Cara Investor


Cukup banggakah kamu dengan pekerjaan maupun posisi saat ini? Bagaimanapun, anda masih seorang karyawan, BUKAN seorang investor. Bagaimana seorang investor bekerja....:
 Suatu hari di sebuah desa di Bali, Seorang yang kaya raya mengumumkan akan membeli monyet dengan harga Rp.100rb per ekornya.
Para penduduk desa yang menyadari bahwa banyak monyet di sekitar desa pun mulai masuk hutan dan menangkapinya.
 Si orang kaya membeli ribuan ekor monyet dengan hrg 100rb rupiah, karenanya monyet semakin sulit dicari. Penduduk desa pun menghentikan usaha menangkapi monyet.
Maka Si orang kaya pun sekali lagi mengumumkan akan membeli monyet dengan harga 200rb rupiah per ekor. Tentu saja hal ini memberi semangat baru bagi penduduk desa untuk mulai menangkapi monyet lagi. Tak berapa lama, jumlah monyet pun semakin sedikit dan semakin sulit dicari dan penduduk pun kembali bertani. Harga monyet pun merambat naik hingga 250rb namun monyet sudah sangat sulit dicari..
 Sekali lagi si orang kaya mengumumkan akan membeli monyet dengan harga 500rb rupiah per ekor..!
 Namun, karena si orang kaya harus pergi ke kota karena urusan bisnis, asisten-nya akan menggantikannya atas namanya. Dengan tiada kehadiran si orang kaya, si asisten pun berkata pada penduduk desa: "Lihatlah monyet2 yang ada di kurungan besar yang dikumpulkan oleh si orang kaya itu. Saya akan menjual monyet2 itu kepada kalian dengan harga 350rb per ekor dan saat si orang kaya kembali, kalian bisa menjualnya kembali ke si orang kaya dengan harga 500rb rupiah! Bagaimana?"
 Akhirnya, penduduk desa pun mengumpulkan uang simpanan mereka dan membeli semua monyet yang ada di kurungan.
 Namun... kemudian, mereka tak pernah lagi melihat si orang kaya maupun si asisten..!
 Selamat datang di Wall Street....:D

Beberapa Hal Terkait Dengan Go Public


Beberapa Hal Terkait Dengan Go Public

Oleh : Robiyanto



Go public adalah menawarkan saham atau obligasi untuk dijual kepada umum untuk pertama kalinya. Dari definisi tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa yang ditawarkan dalam peristiwa go public adalah saham atau obligasi. Berarti di sini ada pihak penerbit saham atau obligasi, perusahaan penerbit saham atau obligasi ini disebut emiten atau investee. Pada bagian berikutnya akan dijabarkan beberapa hal yang terkait dengan go public.

1. Pasar Perdana dan Pasar Sekunder
Makna pertama kalinya menyatakan bahwa istilah go public hanya dipakai pada waktu pertama kalinya perusahaan menjual saham atau obligasinya. Transaksi penawaran umum (Initial Public Offering) penjualan saham pertama kali ini disebut pasar perdana (primary market). Jadi makna Go Public ditujukan untuk perusahaannya, sedangkan kegiatan yang dilakukan dalam rangka penawaran umum penjualan saham perdana tersebut disebut IPO (Initial Public Offering).
Berikut ini digambarkan perbedaan antara pasar perdana dan pasar sekunder.
1.     Primary market (pasar perdana) yaitu pasar modal dimana saham dan sekuritas lainnya dijual pertama kali (penawaran umum) sebelum saham dan sekuritas tersebut dicatatkan di bursa. Harga saham di pasar perdana ini ditentukan oleh emiten dan penjamin emisi (underwriter) berdasarkan faktor-faktor fundamental perusahaan dan faktor lain yang perlu diidentifikasi. Underwriter selain menentukan harga saham bersama dengan emiten, juga melakukan proses penjualannya.
2.     Secondary Market (pasar sekunder) adalah pasar modal di mana saham dan sekuritas lainnya diperjualbelikan kepada umum setelah masa penjualan di pasar perdana. Harga saham di pasar ini ditentukan oleh permintaan dan penawaran yang dipengaruhi berbagai faktor intern seperti kebijakan earning per share atau kebijakan deviden dan faktor ekstern seperti kebijakan moneter dan inflasi.

2.  Initial Public Offering (IPO)
IPO merupakan penawaran saham di pasar perdana yang dilakukan perusahaan yang hendak go public. Pasar perdana merupakan pasar di mana terjadi pembelian saham dari perusahaan (emiten) oleh investor untuk pertama kalinya. Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 tahun 1995 tentang pasar modal mendefinisikan penawaran umum sebagai kegiatan penawaran yang dilakukan oleh emiten untuk menjual efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang telah diatur dalam undang-undang tersebut dan peraturan pelaksanaannya.

3. Metode-Metode IPO
Ada dua metode pokok dalam melakukan IPO, yaitu full commitment dan best efforts. Dengan metode full commitment, penjamin emisi efek wajib untuk membeli seluruh saham perusahaan yang dijaminnya apabila tidak mampu diserap pasar. Atau biasanya penjamin emisi membeli saham tersebut dengan harga yang lebih rendah dari harga penawaran dan menanggung resiko atas tidak terjualnya saham-saham tersebut. Umumnya proses penawaran perdana di Bursa Efek Indonesia menggunakan metode ini. Sementara itu metode best efforts adalah apabila penjamin emisi hanya bertindak sebagai agen yang menerima komisi untuk setiap saham yang terjual. Penjamin emisi secara legal terikat untuk menggunakan usaha terbaiknya (best efforts) untuk menjual surat berharga pada penawaran yang telah disepakati.

4. Valuation dan Pricing
Hal terpenting yang harus ada dalam suatu IPO domestik maupun kombinasi adalah nilai dan harga. Nilai mengacu kepada perkiraan berapa nilai perusahaan sesungguhnya (value of the firm) dan nilai moneter yang diharapkan dari IPO ini berdasarkan kapitalisasi dari perusahaan. Untuk dapat melakukan valuasi, penjamin emisi akan melakukan preeliminary valuation yang biasanya membandingkan emisi saham dari emiten bersangkutan dengan perusahaan-perusahaan sejenis yang sudah tercatat di bursa (comparable analysis). Valuasi dilakukan dengan analisis mendalam atas proyeksi keuangan calon emiten. Perusahaan penjamin emisi cenderung melakukan negative adjustment atas proyeksi keuangan emiten karena memang sifat penjamin emisi adalah konservatif. Proses valuasi merupakan proses dalam proses penjaminan emisi yang tidak kalah pentingnya bagi calon emiten.
Sedangkan penetapan harga bukan sepenuhya merupakan cerminan dari nilai perusahaan, akan tetapi merupakan proses pendiskontoan terhadap proyeksi keuangan calon emiten. Hal ini disebabkan penjamin emisi dan investor menjadi agak kebal terhadap emisi-emisi dengan perbedaan price to earning ratio yang besar terhadap rata-rata PE perusahaan sejenis. Investor lebih menyukai saham-saham yang telah tercatat di bursa meskipun memiliki PER yang tinggi, karena alasan telah memiliki secondary market track record.

Minggu, 06 Oktober 2013

Siklus Kondratief


Siklus Kondratief

Oleh : Robiyanto

Tulisan ini akan membahas secara lebih detail mengenai salah satu siklus ekonomi yang bernama Siklus Kondratieff.

Ekonom berkebangsaan Rusia yang bernama Nikolai Kondratieff merupakan pelopor penerapan aktivitas siklis terhadap perekonomian pada masa modern. Dalam bukunya yang berjudul “The Major Economic Cycles” yang diterbitkan pada tahun 1925, dia mengidentifikasi gelombang panjang perekonomian di negara barat. Menurut Kondratieff, masyarakat kapitalis muncul dalam gelombang panjang kira-kira dengan lama 50-60 tahun. Setiap siklus terdiri dari 3 fase yaitu ekspansi, stagnation dan resesi. Dalam teorinya dinyatakan bahwa siklus baru akan muncul dari sisa-sisa siklus sebelumnya dan akan berulang kembali. Kesimpulannya mengenai ekonomi kapitalis tidak dihargai oleh Stalin sehingga pada tahun 1928 dia dipecat dari jabatannya sebagai direktur Institute Kajian Kegiatan Bisnis di Rusia. Kemudian dia dihukum kerja paksa dan dihukum mati pada tahun 1938.

Joseph Schumpeter, seorang ekonom berkebangsaan Austria dalam bukunya yang berjudul “Business Cycles” yang diterbitkan pada tahun 1939, memberikan nama siklus ekonomi dalam bukunya  dengan nama “Gelombang Kondratieff” sebagai penghormatan atas ekonom yang pertama kali menemukannya. Teori Schumpeter yang terkenal yaitu Teori Perkembangan Ekonomi dipublikasikan ketika di berumur 28 tahun dan pada tahun 1911 dia memperoleh gelar profesor ekonomi pada Universitas Graz. Dia menjadi menteri keuangan di Austria pada tahun 1919. Dengan munculnya Hitler, Schumpeter meninggalkan Eropa dan Universitas Bonn, dimana dia mengajar (1925-1932) dan melakukan imigrasi ke Amerika Serikat. Pada tahun yang sama dia memperoleh posisi permanen di Universitas Harvard, dimana dia mengajar hingga pensiun pada tahun 1949.

Kondratieff mengidentifikasi siklus-siklus berikut ini dengan menggunakan data perilaku harga di abad 19 yang meliputi upah, suku bunga, harga bahan baku, perdagangan internasional, simpanan di bank dan faktor-faktor lainnya.
1790 – 1849 Siklus Kondratieff Pertama
1850 – 1896 Siklus Kondratieff Kedua
1896 – 1940 Siklus Kondratieff Ketiga

Beberapa membagi gelombang Kondratieff menjadi 4 musim yaitu Musim Semi (perbaikan), Musim Panas (percepatan dan kemakmuran), Musim Gugur (kemandekan), dan Musim Dingin (kejatuhan dan depresi).

Tahap Pertama Ekspansi dan Pertumbuhan, tahap musim semi memaksa redefinisi kerja dan peranan para partisipan dalam masyarakat karena adanya temuan baru, pelaku baru dan kekuatan produkstif lainnya. Hasilnya adalah gelombang kemakmuran yang baru yang dipicu oleh kewirausahaan membawa pergeseran sosial, peningkatan bahkan mungkin adanya revolusi dan perang. Hal ini melahirkan arah sosial, politik dan ekonomi yang baru.
Tahap berikutnya, Musim panas, adanya keinginan untuk menjadi makmur yang makin meningkat dan merubah sikap umum terhadap pola kerja di masyarakat yang berusaha mengatasi inefisiensi dan kemunduran.
Setelah tahap tersebut maka muncul tahap pertumbuhan deflasioner atau periode stagnasi. Keinginan masyarakat beralih pada adanya kestabilan dan sesuatu yang normal. Pengangguran mulai meningkat pada tahap ini.
Terakhir, tahap Musim Dingin, merupakan depresi yang sangat berat, dimana bisnis menjadi terpuruk, meningkatnya pengangguran dan likuidasi karena hutang mengarah kepada deflasi aset dan harga.

Berikut adalah contoh Siklus Kondratieff di Amerika Serikat yang menunjukkan bahwa siklus rata-rata memiliki lama 54 tahun.
 
 Sebagai perbandingan, ditayangkan siklus bisnis global sepanjang 8,6 tahun yang ditemukan oleh Martin Armstrong dari Princeton Economic Institute. Siklus ini memiliki durasi yang lebih pendek dibandingkan Siklus Kondratieff. Siklus ini terbukti akurat di periode tahun 2000 dan 2007.