Siklus
Kondratief
Oleh : Robiyanto
Tulisan ini akan membahas secara lebih
detail mengenai salah satu siklus ekonomi yang bernama Siklus Kondratieff.
Ekonom berkebangsaan Rusia yang bernama
Nikolai Kondratieff merupakan pelopor penerapan aktivitas siklis terhadap
perekonomian pada masa modern. Dalam bukunya yang berjudul “The Major Economic
Cycles” yang diterbitkan pada tahun 1925, dia mengidentifikasi gelombang
panjang perekonomian di negara barat. Menurut Kondratieff, masyarakat kapitalis
muncul dalam gelombang panjang kira-kira dengan lama 50-60 tahun. Setiap siklus
terdiri dari 3 fase yaitu ekspansi, stagnation dan resesi. Dalam teorinya
dinyatakan bahwa siklus baru akan muncul dari sisa-sisa siklus sebelumnya dan
akan berulang kembali. Kesimpulannya mengenai ekonomi kapitalis tidak dihargai
oleh Stalin sehingga pada tahun 1928 dia dipecat dari jabatannya sebagai
direktur Institute Kajian Kegiatan Bisnis di Rusia. Kemudian dia dihukum kerja
paksa dan dihukum mati pada tahun 1938.
Joseph Schumpeter, seorang ekonom
berkebangsaan Austria dalam bukunya yang berjudul “Business Cycles” yang
diterbitkan pada tahun 1939, memberikan nama siklus ekonomi dalam bukunya dengan nama “Gelombang Kondratieff” sebagai
penghormatan atas ekonom yang pertama kali menemukannya. Teori Schumpeter yang
terkenal yaitu Teori Perkembangan Ekonomi dipublikasikan ketika di berumur 28
tahun dan pada tahun 1911 dia memperoleh gelar profesor ekonomi pada
Universitas Graz. Dia menjadi menteri keuangan di Austria pada tahun 1919.
Dengan munculnya Hitler, Schumpeter meninggalkan Eropa dan Universitas Bonn,
dimana dia mengajar (1925-1932) dan melakukan imigrasi ke Amerika Serikat. Pada
tahun yang sama dia memperoleh posisi permanen di Universitas Harvard, dimana
dia mengajar hingga pensiun pada tahun 1949.
Kondratieff mengidentifikasi
siklus-siklus berikut ini dengan menggunakan data perilaku harga di abad 19
yang meliputi upah, suku bunga, harga bahan baku, perdagangan internasional,
simpanan di bank dan faktor-faktor lainnya.
1790 – 1849 Siklus Kondratieff Pertama
1850 – 1896 Siklus Kondratieff Kedua
1896 – 1940 Siklus Kondratieff Ketiga
Beberapa membagi gelombang Kondratieff
menjadi 4 musim yaitu Musim Semi (perbaikan), Musim Panas (percepatan dan
kemakmuran), Musim Gugur (kemandekan), dan Musim Dingin (kejatuhan dan
depresi).
Tahap Pertama Ekspansi dan Pertumbuhan, tahap
musim semi memaksa redefinisi kerja dan peranan para partisipan dalam
masyarakat karena adanya temuan baru, pelaku baru dan kekuatan produkstif
lainnya. Hasilnya adalah gelombang kemakmuran yang baru yang dipicu oleh
kewirausahaan membawa pergeseran sosial, peningkatan bahkan mungkin adanya
revolusi dan perang. Hal ini melahirkan arah sosial, politik dan ekonomi yang
baru.
Tahap berikutnya, Musim panas, adanya
keinginan untuk menjadi makmur yang makin meningkat dan merubah sikap umum
terhadap pola kerja di masyarakat yang berusaha mengatasi inefisiensi dan
kemunduran.
Setelah tahap tersebut maka muncul tahap
pertumbuhan deflasioner atau periode stagnasi. Keinginan masyarakat beralih
pada adanya kestabilan dan sesuatu yang normal. Pengangguran mulai meningkat
pada tahap ini.
Terakhir, tahap Musim Dingin, merupakan
depresi yang sangat berat, dimana bisnis menjadi terpuruk, meningkatnya
pengangguran dan likuidasi karena hutang mengarah kepada deflasi aset dan
harga.
Berikut adalah contoh Siklus Kondratieff
di Amerika Serikat yang menunjukkan bahwa siklus rata-rata memiliki lama 54
tahun.
Sebagai perbandingan, ditayangkan siklus
bisnis global sepanjang 8,6 tahun yang ditemukan oleh Martin Armstrong dari
Princeton Economic Institute. Siklus ini memiliki durasi yang lebih pendek
dibandingkan Siklus Kondratieff. Siklus ini terbukti akurat di periode tahun
2000 dan 2007.